Beranda

Rabu, 14 Desember 2011

Freshman in Al-Azhar

oke
ini cerita pertama aku
semoga kalian semua pada terhibur.

Pada kali ini aku akan menceritakan how is it fell to be a freshman in Al-Azhar Medan.
Cerita ini berawal pada saat aku diterima di perguruan Al-Azhar Medan. Dan yang gak disangka, aku masuk kelas Akselarasi (buat kalian yang gak tau apa itu kelas akselerasi, kalian google aja sendiri).
Mungkin kalian banyak berfikir bahwa aku ini gak ada cocok-cocoknya masuk aksel. But for your another information, from the last post, aku ini murid yang berprestasi. Dan tanpa aku sangka IQ aku 130 (hmmm not bad!!). Sebelum aku diterima di aksel, diadakan tes selama 3 hari di asrama yang akan ku ceritakan di alenia selanjutnya.
Move on to 3 days in dorm (itu kata mereka, kalo kata aku 3 days in hell). Hari pertama sebelum tes kami semua pindah ke asrama, bagi anak yang gak pernah pisah dari orang tua nya, it is real sad to be there. Yang biasa makan sepuasnya di rumah, di asrama makannya dijatah, it's really hard for me, walaupun aku kurus tapi makan aku lumayan banyak juga, tapi gak tau larinya kemana?? -.- . Pada saat itu, semua perlengkapan yang harus dibawa untuk keperluan tes sebagian besar aku lupa bawa. Seperti baju aku waktu smp, baju muslim, sarung dan lain-lain, but thanks to sir graham bel for his invention, aku segera menghubungi orang tuaku minta di antarkan peralatan yang lupa ku bawa tadi (cukup meropotkan juga ya punya anak kayak aku). Malam pertama di asrama, aku mulai berkenalan dengan teman sekamar aku, si imam, ifran, n satu lagi aku lupa namanya tapi wajah nya aku masih ingat (bukan berarti aku cinta ma dia ya) setelah sebelumnya aku nyuci piring sendiri (it's my first time bro, and the result is pretty damn clean). Malam itu kami bercerita sampai larut malam dan tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. It's time to sleep cause tomorrow the test gonna start. Unfortunately, kami cuma bisa tidur selama 3 jam pada hari itu.
Setelah shalat subuh(pengalaman pertama aku shalat subuh berjamaah), olahraga sedikit, sarapan ala kadarnya, dan mandi ala bebek, kami semua langsung bergegas menuju ruangan kami masing-masing untuk menjalani tes IQ.
Setelah struggle selama 5 jam kalau gak salah, akhirnya tes IQ berakhir juga. Setelah itu kami kembali ke asrama dan makan siang ala kadarnya. Dan semua kegiatan sebelum esok hari itu statis seperti semalam. Aku sempat berfikir kalau aku tinggal di asrama dan kegiatannya statis kayag gini, bisa gila aku(walaupun sebagian besar teman aku sudah menyatakan aku gila). End of story for day 1.
In day 2, materi tes nya merupakan materi akademik, for me this is the real test (challenge accepted). And it's not end like the way I like, cukup banyak soal yang aku gak tau solusinya (mungkin karena kebanyakan liburan UAN kali ya makanya hilang semua). Yang bisa aku lakukan hanya menulis apa yang telintas di kepala aku dan setelah tertulis di kertas aku hanya bisa berdoa. Kriiiinnngggg, pertanda kalau waktu ujian telah habis, dan kembali ke asrama bla bla bla bla same as yesterday bla bla bla bla . To be continue to day 3.
In day 3, this is my special day, cause it's time to back to family again. Hari ketiga ini seakan-akan aku menemukan makna yang sebenarnya hidup jauh dari orang tua. Aku jumpai orang tuaku ku peluk dan kusalam. Orang tuaku sempat heran juga, kamu kenapa nak? Jarang-jarang kamu kayag gini, mamaku bertanya kepadaku. All I can say is “Ternyata masakan yang paling enak itu masakan mama ya”, dan kemudian kedua orang tua aku tertawa mendengar jawaban aneh aku itu. Dan begitu sampai dirumah, “EAT ALL THE FOOD, LIKE YOU NEVER BEEN EAT FOR THREE MONTHS” aku makan kayag aku gak di kasih makan waktu di asrama (bagi aku diasrama 3 hari tu kayag 3 bulan di penjara, everything is limited, everything is scheduled, everything is soooo static). Dan yang lebih enak nya lagi, selesai aku makan dan memporak-porandakan dapur dan meja makan, yang bersihin itu semua bukan aku, muehehehehehehehehehehehehehehe, so good to be at home !!!!.
Setelah melihat hasil dari ujian, aku dinyatakan lulus di aksel. So happy to hear that, but the real deal is, aku tau pelajarannya bakalan padat kali dan aku gak bisa maen2 lagi.
Lanjut ke hari pertama ospek dan merupakan hari pertama tahun ajaran baru di sekolah, kami semua dikumpulin dan yang menjadi pembuka tahun ajaran baru di al azhar adalah Mr. …..(blank, I don't know who that guy is, tapi kayag nya dia tu orang penting lah, atau sok di pentingin ya, what ever), one thing I can say is NICE!!!!. setelah pidato panjang lebar dan acara tahapa hapa setelahnya, kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang nantinya akan menjadi teman sependeritaanmu selama 1 minggu. Ini merupakan ospek sebagai anak al-azhar secara umum dan pada sore harinya dilanjutkan lagi ospek khusus untuk anak aksel /plus di asrama. Karena malas mengikuti ospek yang sore hari, aku dan teman aku Asmawi Arif Rangkuti sepakat untuk membelot dan tidak mengikutinya. kalian semua pada tau lah gimana rasanya di ospek, ne masalahnya lagi ospeknya tu double. Mantap kali kan kenak double sandwich tiap hari. Begitulah seterusnya sampai hari ketujuh, nothing special just another torture after torture. Yang bisa ku ambil sebagai kesimpulannya “Ospek, another word to represent Torture”.
Oke sekianlah cerita kali ini, dah berasap juga kepala aku ngebuatnya, bagi kalian yang suka, mohon di kasih komen yang bagus, buat yang gak suka ya apa boleh buat lah, kalian pendam aja dalam hati, hahahhaha. Thanks for your kindness to read my not readable story.

2 komentar: